 |
| Smile: Om Yan Sukanda (Alm.) |
Hari ini banyak hal yang telah terjadi. Ada peristiwa yang membuatku sedikit shock. Di jalan A.Yani, dekat simpang empat lampu merah, saya hampir diserempet mobil. Itu pengendaranya bego, orang udah di sebelah kiri juga masih banting setir ke kiri, tiba-tiba pula! Untung saya sigap langsung menepi mengikuti alur mobil yang tiba-tiba itu seraya mengurangi kecepatan hingga saya berhasil berada di belakangnya. Dalam hati saya memaki, dari balik spion mobilnya terpampang wajah berkumis dengan kacamata model 80-an. Persis muka mafia. Sabar saja yang melintas dalam pikiranku. Mau marahpun, apa daya. Itu terjadi pada saat saya akan mengantarkan arsip KTP saya ke Ketapang melalui ekspedisi. Saya mencari TIKI, informasi yang didapat ada di Jln Hos Cokroaminoto dekat kampus saya di Widya Dharma Pontianak. Tetapi ternyata itu JNE. Saya bingung JNE ama TIKI sama ato beda? Saya lihat juga untuk pengiriman lama banget, bisa sampai hari Rabu depan. Walah, saya langsung mikir kembali. Untung saja petugasnya menyarankan saya untuk mengirimkan barang ke Ketapang via KalStar yang ada di Pontianak di depan Mall Ramayana. Akhirnya saya langsung ke sana berburu dengan waktu yang semakin sempit, takut tutup! Untunglah saya datang tepat pada waktunya. Eh, ternyata saya ketemu dengan Indra, anaknya pak Jayadi, pak Guru saya waktu SD di PL St. Yosef. Tetapi kayaknya dia ngga menyadari kehadiran saya, sehingga saya tak diacuhkan. Ya sudahlah, saya langsung ke belakang untuk mengirim barang. Biaya yang dikeluarkan Rp 19.500,- tiba besok langsung ke tujuan. Hufff syukurlah.
Hari ini juga saya latihan bersama ALYANS Choirs. Kami berlatih untuk acara di Rumah Bapak Wakil DPRD Pontianak. Saya lupa namanya, pak Nikodemus kalo tidak salah. Maaf saja kalau salah nama. Kemudian saya dipercayakan untuk menjadi solis bersama Mega. Ada 2 lagu yang akan saya nyanyikan solis bersama Mega, yaitu Anima Christi dan Iubilate. Agak grogi sih, coz sudah lama tidak tampil solo. Bukan solo sih, tapi duet bisa dibilang. Sempat tersendat nafas gara-gara grogi. Huffff.. semoga hari H nya ngga kayak gini deh. Kemudian di akhir latihan , ada pemilihan panitia untuk peringatan meninggalnya Om Yansen bulan Oktober nanti. Rencananya kami akan mengadakan kegiatan. Mudah-mudahan berjalan dengan lancar. Tetapi kejutan terjadi, saya terpilih sebagai ketua panitia. Sepertinya saya harus bekerja dengan keras ke depannya. Baiklah, mohon petunjuk dan bantuan doa pada Om Yansen agar Tuhan menyertai saya dalam menyelesaikan tugas sebagai koordinator di hari peringatan Om Yansen tersebut.

Bersama dengan semangat itu, tiba-tiba saya ingin membuka Website Om Yansen yang dibuat oleh Bang Adon. Saya membaca kembali isi dari Site tersebut. Salah satunya adalah buatan tangan saya. Saya sedih juga akan tekat yang saya buat di blog tersebut. Om Yansen pengen saya mengikuti jejak imam dan menjadi pria sejati. Saya masih ingat kata-kata om Yan itu. Tetapi saya tidak bisa menjadi Imam, saya ditekan oleh banyak pilihan. Semoga saya kuat , dan tetap menjadi pria yang sejati. Pria yang tegar dan kuat pada kondisi apapun.
Saya juga terinspirasi untuk membuat Curriculum Vitae melalui blogger. Dari situ saya telah menciptakan sebuat daftar riwayat hidup saya sendiri yang tidak sebanyak Om Yansen telah perbuat dalam hidupnya. Tetapi saya yakin, riwayat hidup saya juga akan mencetak sejarah seperti yang Om Yansen lakukan. Inspirasi yang benar-benar merasuk jiwa.
Baiklah, saya harus segera tidur karena besok saya harus ke PSE di daerah R. Suprapto untuk memesan kamar Om saya. Om saya menjadi panitia untuk GAD di Pontianak. Beliau merupakan salah satu Contingen dari Ketapang. Semoga kegiatan Gawai Adat Dayak berjalan dengan baik dan lancar. Sukses untuk hari ini dan esok. AMIN.
0 komentar: